Pages

Thursday, 30 October 2014

How To make a gradient Lip

Apa itu gradient lip? 
Gradient lip adalah metode mewarnai bibir dibagian dalam bibir. 
Biasanya orang-orang menggunakan lip tint dan concealer untuk metode ini. Kesan yang diberikan pada gradient lip adalah kesan bibir yang pucat, dengan warna yang hanya ada di dalam bagian bibir.
Gradient lip juga identik dengan gaya makeup orang korea. Jadi kalau kamu ngaku kawai, kamu harus coba metode ini ya!

Inilah langkah-langkahnya :
  1. Gunakan Concealer pada bibirmu
  2. Ratakan hingga seluruh bibirmu tertutup oleh concealer 
  3. Berikan liptint pada sisi dalam bibirmu
  4. Ratakan liptint
Warna pada bibirmu memang tidak akan terlihat mencolok, namun akan memberikan kesan yang ringan, santai dan berbeda. 
Selamat mencoba!

calamanis,


Penina Yuliana Kirana

Monday, 27 October 2014

Cara membersihkan Make Up Brush [Tutorial]

Make Up Brush terdiri dari berbagai macam fungsi. Ada yang untuk menyapukan eyeshadow, foundation, bedak, blush, dan juga shading. Untuk itu, kalau kita ingin mendapatkan hasil make up yang optimal, kita harus merawat make up brush kita agar tidak kotor.

Cara membersihkan make up brush bermacam-macam, dan kali ini aku mau share ke kamu salah satu cara membersihkan make up brush dengan cara yang mudah dan murah.

Dengan caraku ini, kamu hanya membutuhkan sabun bayi dengan harga Rp 8.000,- dengan merk Zwitsal.


Dan inilah langkah-langkah membersihkannya :

 
  1. Basahi Brush kamu
  2. Taruh Sabun Zwitsal di tanganmu dan tambahkan sedikit air
  3. Mulai gosok brushmu di tangan 
  4. Gosoklah hingga berbusa (apabila busanya kurang, kamu boleh tambahkan sabun lagi)
  5. Pijat-pijat brushmu hingga kotoran-kotoran benar-benar terangkat
  6. Bilas brushmu
* Nah, kalau hanya mencuci brush yang kecil seperti eyeshadow brush, kamu tak perlu memakai tahap ke 5 karena biasanya kotoran sudah terangkat di tahap 4.

Hasil :

Bagaimana? Mudah dan murah kan? Selamat mencoba!

calamanis,


Penina Yuliana Kirana

Friday, 24 October 2014

Pearl Mask from Etude House [Review]

Setiap perempuan pasti pengen punya wajah putih yang halus dan mulus. Untuk itu, setiap perempuan harus melakukan perawatan agar tercapai keinginan berkulit putih dan halus mulus tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memakai masker.

Bagi kamu yang mau merawat kulit wajah, tapi males pakai masker yang harus diolah sendiri, aku punya satu rekomendasi masker. yaitu Pearl Mask dari Etude House!

depan

belakang
Ngomong-ngomong, masker ini oleh-oleh temanku yang baru dari Korea. Makanya, maklum aja kalo tulisannya Korea semua.

Cara pakai :
  1. Bilas wajah dengan air
  2. Setelah wajah kering, gunakan masker pada seluruh wajah (pastikan tanganmu bersih)
  3. Pakai masker sekitar 15-20 menit
  4. Lepaskan masker, dan rasakan sensasi yang berbeda pada wajahmu!

Kelebihan :
Membuat wajah terasa lebih segar dan bersih.

Kekurangan :
Ukuran masker yang terlalu besar (sehingga tidak pas dengan ukuran mata, hidung mulut)

Berniat mencoba?

calamanis,


Penina Yuliana Kirana

New Chapter of my Life - Kuliah!

Hai teman-teman!

Udah 2 bulanan aku gak nulis blog lagi (padahal baru juga mulai nulis), soalnya aku baru saja memulai kehidupan baruku di dunia perkuliahan.

Sekarang ini aku kuliah di Universitas Multimedia Nusantara dengan jurusan ilmu komunikasi. Kenapa harus ilmu komunikasi? Yang pertama, karena aku malas berhubungan dengan hitung-hitungan lagi. kedua, aku tertarik dengan dunia jurnalistik dan broadcasting. Ketiga, aku doyan ngomong. Dan alasanku memilih berkuliah di Universitas Multimedia Nusantara karena UMN sudah dikenal dengan jurusan komunikasinya yang bagus, ditambah lagi UMN adalah Universitas anaknya kompas. Jadi, masi mungkin kan kalo kedepannya bisa bekerja sama dengan Kompas dan Gramedia?

ini dia tampang kampusku. Fotonya aku ambil dari google :p

Oh ya, berhubung aku berasal dari Jakarta dan kampusku berada di Serpong, akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di kos. Jadi sekarang ini aku tinggal di Serpong dari hari Senin-Kamis, dan hari Jumat-Minggu balik lagi ke Jakarta.

Kalau ditanya capek, ya pasti capek sih. Tapi dibalik keputusan yang kita ambil pasti selalu ada pelajaran yang terkandung di dalamnya kan? Buktinya saja aku jadi lebih mandiri karena apa-apa harus bisa sendiri, selain itu aku juga lebih menghargai waktu. Gak pengen ngaret-ngaret atau buang-buang waktu untuk hal-hal yang gak berguna lagi.

 Nah Fyi, di Serpong aku gak punya  kendaraan sama sekali. Jadi mau gak mau aku harus jalan kaki ke mana-mana. Kalau pergi ke tempat yang agak jauh, aku pakai fasilitas bernama Shuttle Bus yang disediakan Summarecon Serpong. Jadi kalau aku mau pergi ke Summarecon Mall Serpong, aku tinggal naik Shuttle Bus dari Summarecon Digital Center (yang letaknya berada di seberang kosku), dan sebaliknya. Fasilitas dengan rute SMS-SDC ini gratis lho, dan busnya pasti selalu ada setiap 15 menit sekali, tapi kalau sudah agak malam biasanya busnya ada setiap 30 menit sekali. Nah, Shuttle Bus ini sebenarnya juga ada yang bertujuan ke kota lain termasuk Jakarta, tapi kalau ke kota lain harus bayar. Untuk ke Jakarta (gak tau kalau kota lain) kita harus bayar Rp 17.000,- (mobil elf) atau Rp 19.000,- (bus). Untuk jadwalnya kamu bisa ambil di bagian information di Summarecon Mall Serpong. Selain Shuttle Bus, di dekat kosku juga ada ojek dan mikrolet. Jadi kalau kemana-mana gak susah sebenarnya.

Mari kita balik lagi soal kuliah. Yup, kuliah jauh dari rumah sebenarnya bukan hal yang terlalu mengasyikan. Aku jadi lebih sering sendirian kalau kemana-mana. Mungkin ini dikarenakan teman-teman kelasku kebanyakan gak tinggal dekat kosku, bahkan ada juga yang bolak balik Jakarta-Tangerang setiap hari. Kosku juga bukan benar-benar kos, jadi aku tinggal di dalam rumah yang masih ada keluarganya dan yang kos dalam rumah itu cuma aku dan satu temanku lagi. Ibaratnya kami kayak numpang di rumah orang, cuma bayar. Aku dan teman kosku itu (namanya Audri) juga sebenarnya jarang main bareng. Mungkin karena kami berbeda kelas, jadi punya kesibukan yang berbeda sendiri-sendiri. Intinya, aku merasa cukup kesepian di lingkungan baruku ini.

Selain itu, perbedaan Jakarta dan Tangerang ternyata menghasilkan cara bergaul yang berbeda. Cara bergaul yang kumaksud adalah selera humor, bahan pembicaraan, dan gaya hidup. Kalau di Jakarta aku menemukan teman-teman yang bisa membuatku tertawa sampai lupa diri, disini aku harus bisa menyesuaikan diri dengan bercandaan  dan obrolan mereka. kalau di Jakarta lebih banyak anak-anak yang suka pergi makan cantik (pergi makan ke restoran kece dengan memakai baju bagus serta makeup), di Tangerang ini lebih banyak anak-anak yang sederhana (atau karena pengaruh anak kos?).

Ya pokoknya, selama 2 minggu pertama aku cukup galau karena merasa kesepian, sendirian, dan gak cocok. Aku gak cerita ke keluargaku soal ketidaknyamananku, (karena pada awalnya mereka gak setuju soal keputusanku berkuliah di tempat yang jauh) aku cuma berdoa dan bercerita ke beberapa teman SMAku.

Tapi di minggu-minggu terakhir ini akhirnya aku sudah bisa menyesuaikan diri. Aku bertemu dengan teman-teman yang (pada akhirnya) nyambung dengan obrolanku. Atau aku yang pada akhirnya nyambung dengan obrolan mereka? Ya intinya, aku udah mulai nyaman dengan keadaan sekitarku.


Sepertinya sekian dulu curcolku soal kuliah. Maaf kalau kurang bermanfaat karena isinya cuma curcolan hahaha.
Nanti kapan-kapan akan kulanjutkan cerita tentang kuliahku lagi dan isinya lebih bermanfaat hehe.


calamanis,


Penina Yuliana Kirana