facebook instagram linkedin

“Apakah aku cantik?”

Pertanyaan ini seringkali muncul di benak perempuan secara sadar atau tidak sadar. Apalagi, ketika perempuan itu melihat perempuan-perempuan lain yang mendapat ‘label cantik’ dari kebanyakan orang dan kemudian membandingkan dengan dirinya sendiri. Pada akhirnya, hal tersebut menimbulkan sikap rendah diri pada perempuan yang merasa dirinya tidak termasuk dalam golongan ‘label cantik’ tersebut. Bahayanya, sikap rendah diri ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan diri untuk terus berkarya.

Tentunya pernyataan diatas tidak semata-mata dikeluarkan begitu saja. Berdasarkan observasi dari orang sekitar, memang betul seseorang yang merasa diri jelek akan lebih enggan untuk mengasah dirinya. Sebaliknya, seseorang yang merasa dirinya cantik biasanya lebih percaya diri dalam mengasah bakatnya.


Ucapan

Diibaratkan seperti api kecil yang lama kelamaan bisa membakar seluruh hutan yang besar, lidah yang kecil juga dapat mengakibatkan perkara-perkara yang besar (Yakobus 3 : 5). Hanya dengan perkataan negatif yang diucapkan lidah, kepercayaan diri seseorang dapat rontok begitu saja. Hanya dengan mengatakan “jelek” kepada orang lain, merasa jelek selama-lamanya timbul tanpa kendali.

Ucapan negatif adalah faktor kedua seorang perempuan merasa dirinya jelek. Padahal, belum tentu orang yang mengatakan dirinya jelek adalah orang penting yang berpengaruh dalam kehidupannya. Padahal, bisa saja ucapan ‘jelek’ hanya ungkapan candaan yang tak terpikirkan dua kali oleh si pengucap. Namun, akibat dari pernyataan tersebut sangat hebat hingga meruntuhkan kepercayaan diri.


Padahal

Hanya karena wajah yang tidak menonjolkan dagu, mata yang sipit tanpa lipatan, hidung tanpa batang yang jelas, dan rambut yang tidak panjang-lurus, perempuan - perempuan tersebut memejamkan kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Kenyataan bahwa SETIAP PEREMPUAN CANTIK.

Terdengar klasik memang, tapi itulah kenyataan sesungguhnya. Setiap perempuan cantik dengan keadaan yang mereka miliki. Perempuan hanya tidak mengetahui cara menampilkan kecantikan dirinya.

Para perempuan hanya terpaku dengan apa yang dilihat mata, bukan dirasakan hati. Padahal, kecantikan yang terasa jauh lebih penting daripada kecantikan yang terlihat karena kecantikan yang terasa sifatnya lebih abadi ketimbang kecantikan yang terlihat. Bahkan, ketika seseorang yang memancarkan kecantikan hatinya, tanpa sadar kecantikan wajahnya akan terpancar juga. Sebaliknya, seseorang yang hatinya buruk, wajahnya tidak akan tampak cantik.
Selain hati, cantik juga terpancar dari kelebihan yang dimiliki perempuan. Tidak semata-mata dalam bidang edukasi seperti pelajaran-pelajaran di bangku sekolah dulu. Namun, kelebihan yang dikategorikan ketrampilan seperti seni. Oleh karena itu, penting seseorang perempuan mengetahui apa kelebihan mereka sehingga dapat diasah terus menerus sehingga bermanfaat dan memancarkan kecantikannya.


Langkah Menjadi cantik seutuhnya

1.     Lupakan definisi cantik kebanyakan orang.
Orang lain beranggapan cantik harus selalu tinggi, langsing, putih, dan rambut panjang. Lupakanlah definisi itu! Semua perempuan cantik bagaimanapun kondisi fisiknya.
2.     Perkatakan kata-kata positif setiap hari.
Tidak ada salahnya mengatakan pada diri sendiri bahwa diri kamu cantik. Justru perkataan adalah sebuah doa secara tidak langsung. Suatu hal positif yang dikatakan terus menerus dan dipercayai, lambat-laun akan menjadi sebuah kenyataan.
3.     Jangan dengarkan kata mereka
Tidak jelas apa alasannya, ada saja orang-orang yang suka berbicara yang menyakitkan hati kamu. Namun, tidak perlu diambil pusing. Tetap lebih percayakan diri kamu daripada kata-kata negatif orang tersebut.
4.     Menjadi tulus bukan bulus
Hati yang tulus memancarkan kecantikan utuh dari hati dan wajah. Seseorang yang memiliki niat bulus tentunya lambat laun akan ketahuan juga.
5.     Asah dirimu
Memancarkan kecantikan lewat kelebihan yang dimiliki sangat penting. Jika belum mengetahui kelebihanmu, teruslah mencari tahu. Jika sudah ketemu, tekuni terus sehingga dapat menjadi dampak untuk orang lain.



Hati yang tulus dan menjadi dampak bagi orang lain adalah perwujudan sesungguhnya dari definisi cantik. – Penina Yuliana Kirana.


November 22, 2017 No comments
Sambil menggigit gusi pipi dalam mulutnya, perempuan itu tampak berpikir keras di depan laptop. Sesekali ia memainkan ujung rambut untuk memperlancar proses penuangan ide ke dalam blog pribadinya. Keningnya berkerut, tetapi setelah ia berhasil menulis satu kalimat, senyum kecilnya tampak menghiasi wajahnya. 
Mimpi, hobi, dan pengalaman. Itulah yang dituangkan sang perempuan lewat tarian jari jemarinya di atas keyboard laptop.  
Bicara soal mimpi, terkadang seseorang terlalu takut melaksanakan mimpinya karena segala komponen yang melingkupi seperti resiko, pesaing, dan tantangan. Ketakutan yang membesar itu kemudian berbuah-buah dan menjadikan seseorang mundur teratur dari mimpinya. Bukan tidak mampu, tetapi takut. Bukan tidak mau, tetapi tidak berani. Ada pula tipe lan. Sudah berani mencoba melakukan mimpinya tetapi tidak mau mengenal proses sehingga pada akhirnya berhenti di tengah jalan. Dalam meraih mimpi, tentunya diperlukan keberanian dan ketekunan. Tanpa dua hal utama tersebut, tentu akan sulit untuk menjalaninya.
Beralih ke hobi. Tak dapat dipungkiri, seseorang pasti memiliki suatu hal yang sangat disukainya sampai ia bisa melupakan waktu ketika mengerjakannya. Pertanyaannya, bergunakah hal yang ia suka itu? Apakah merugikan orang lain dan diri sendiri? Jika jawaban dari pertanyaan itu negatif, untuk apa terbelenggu dalam hobi yang tidak menguntungkan? Lebih baik fokus saja kepada hal-hal yang dapat membangun diri, lebih bagus dapat membangun orang lain. Lebih bagus lagi, kalau bisa menjadi penghasilan.
Persoal pengalaman. Saat ini kita sedang duduk di era serba digital dan banyak sekali manusia yang terbelenggu oleh teknologi. Teknologi memang baik digunakan karena sifatnya yang dapat membantu manusia berjalan lebih jauh. Namun, kemudahan mengakses teknologi membuat manusia malas mengalami sesuatu sendiri. Banyak sekali manusia, khususnya remaja yang seringkali mengunci diri di kamar seharian untuk menjelajah dunia dengan teknologi. Akibatnya muncul sifat malas bergaul dan berusaha (karena kemudahan tersebut). Padahal, sesuatu yang dialami secara langsung pastinya akan terasa lebih menyenangkan dan tak terlupakan daripada yang dialami dalam teknologi.
Di tengah ketikannya, perempuan itu terdiam. Dalam hatinya ia berharap bisa menginspirasi orang lain. Bukan menjadikan orang lain ingin menjadi dirinya, tetapi menjadikan orang lain bersyukur menjadi dirinya sendiri. Bersyukur menjadi diri sendiri sama dengan memaksimalkan kelebihan yang dimiliki untuk terus berkarya seberapa muda atau tua umurnya tanpa membandingkan dengan orang lain.

Kemudian, perempuan itu kembali menuangkan ide-idenya dalam bentuk ketikan.
November 22, 2017 No comments
Newer Posts

About me

Hai! Namaku Penina Yuliana Kirana. Biasanya temen-temen manggil aku Yuli. Blog ini bakal ngebahas seputar dunia makeup, dimulai dari review, tips, dan juga tutorial. Kalo punya pertanyaan, jangan ragu buat nanya di kolom komentar ya :)

Follow Us

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2019 (10)
    • ▼  November (1)
      • Wajah Lebih Lembut dan Glowing dengan Watermelon G...
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2018 (4)
    • ►  August (1)
    • ►  February (3)
  • ►  2017 (7)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)

beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose