facebook instagram linkedin

Sudah menjadi hal yang wajar kalau perempuan masa kini menggunakan make up. Dari segi style juga beragam. Ada yang menyukai Western style, Korean style, Japanese style, Indian style dan masih banyak lagi. Tidak ada yang salah dengan menggunakan make up. Pasalnya make up dapat mencerahkan wajah dan menutupi area-area yang kurang sempurna. Lewat make up, kreasi seni kita juga dapat tergali. Bahkan, kita bisa menjadi siapa saja dengan mengaplikasikan character make up.

Namun, jangan sampai make up membuat diri kita menjadi tidak percaya diri dengan tidak menggunakannya. Alasannya karena bukan make up-lah yang mengontrol kita, tapi kita yang mengontrol make up. Percaya dirilah dengan ada maupun tidak adanya make up yang menempel pada wajah kita. Aku percaya, setiap perempuan memiliki kecantikannya masing-masing. Terbukti dari apa yang perempuan katakan, lakukan, dan bersikap. Tentu saja, harus dengan hati yang tulus karena segala sesuatu yang dibuat-buat hanya tampak ‘palsu’. Oleh karena itu, jangan hanya mementingkan kecantikan wajah dengan pulasan make up, tapi kita juga harus memulas sikap dan karakter agar dapat menjadi perempuan cantik seutuhnya.


Foto diriku tanpa sentuhan makeup, softlens, maupun filter pengeditan.
Aku bukan salah satu penentang make up. Aku pribadi juga sangat menyukai make up. Bahkan, tulisan-tulisanku kedepannya juga akan lebih banyak berbicara mengenai dunia make up. Namun, aku tidak mau kamu yang membaca blog-ku jadi merasa harus menjadi cantik dengan make up. Karena sesungguhnya semua perempuan cantik.



November 22, 2017 No comments

Bermula dari nama : Penina Yuliana Kirana
PENINA artinya mutiara. Sebenarnya bukan nama asli yang diberikan kedua orangtua, tetapi merupakan nama babtis. Bukan hanya memiliki arti yang indah, tetapi kisah dibaliknya pun juga indah.

Berawal kira-kira pada bulan Juni tahun 2009 ketika liburan kenaikan kelas 9 berlangsung. Saat itu aku mengikuti ret-ret (sebuah kegiatan menginap yang biasanya diadakan sebuah gereja maupun persekutuan Kristiani dengan tujuan membina iman) di Puncak yang diselenggarakan oleh sebuah persekutuan doa dekat rumahku yang dinamai Filemon. Berbagai kegiatan menyenangkan dilakukan di tempat itu dimulai dari permainan, outbond, dan bertemu dengan banyak orang. Namun, diluar hal itu, ternyata ada sebuah pengalaman yang lebih bermakna. Saat malam hari di api unggun, setiap peserta ret-ret didoakan satu per satu oleh seorang pendeta (atau tepatnya pengajar? Aku lupa nama aslinya siapa, yang jelas ia seseorang yang memiliki hubungan intim dengan Yesus sehingga memiliki karunia untuk peka terhadap pesan Tuhan). Saat itu ia mendoakanku. Jujur, sebelumnya aku memang seseorang yang sudah Kristen sejak lahir tapi belum ada satu titik hal yang membuatku benar-benar mau serius di dalam Yesus. Namun, hari itu berbeda, saat didoakan ia mengatakan bahwa Yesus ingin dekat denganku, Ia ingin aku lebih memberikan hidupku secara serius kepada-Nya,    b ahkan dimata-Nya aku begitu berharga seperti mutiara.

Beberapa waktu setelah kejadian itu, aku memberikan diri dibabtis sebagai tanda bahwa aku benar-benar ingin memberikan hidupku untuk Yesus. Aku percaya, bukan sebuah kebetulan tiba-tiba aku diberikan nama Penina yang artinya adalah mutiara karena memang benar aku adalah mutiara yang berharga di mata-Nya

YULIANA artinya berjiwa muda. Namun, sebenarnya bukan karena alasan itu orangtuaku memberikan nama Yuliana untukku. Nama Yuliana terinspirasi dari Ratu Juliana Louise Marie, Ratu Belanda yang menggantikan ibunya, Ratu Wilhemina. Ia juga merupakan Ratu Belanda yang akhirnya mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia. Namaku yang diambil dari seorang ratu diharapkan menjadikan diriku seseorang yang anggun dan pintar seperti seorang ratu.

KIRANA diambil dari nama belakang ayahku, Candra Setiawan Kirana. Arti Kirana sendiri adalah cahaya. Aku tidak pernah menanyakan alasan kedua orangtuaku mengenai nama Kirana. Namun, dengan mengetahui artinya, aku berharap bisa bercahaya untuk menerangi dunia yang gelap dengan tindakan dan perilaku yang aku lakukan.


Kelahiran
Pada 31 Juli 1996 aku lahir di kota Jakarta dengan seperangkat kekhawatiran. Bagaimana tidak? Ketika mengandungku, ibuku didiagnosa mengidap virus toxo yang bisa mematikan bayi dalam kandungannya. Tak hanya itu, pada zaman itu, operasi caesar hanya bisa dilakukan dua kali sedangkan proporsi tubuh ibuku tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, padahal ia sudah pernah dua kali melahirkan secara caesar sebelum aku.

Ibuku sempat disuruh menggugurkan kandungannya karena dianggap berbahaya oleh seorang dokter. Tak mau mendengarkan saran dokter, ia berpindah ke dokter lain di rumah sakit yang berbeda. Beruntung, dokter yang baru mampu memberikan semangat kepada ibuku.

“Ibu orang percaya, kan?” Tanya dokter itu.
Ibuku mengangguk walaupun jelas kekhawatiran muncul pada mimik wajahnya.
“Kalau begitu, ibu harus percaya bahwa anak ibu bisa selamat,” ujar dokter sambil tersenyum.

Sejak saat itu, ibuku mendapatkan kekuatan baru. Ia semakin semangat menjaga kandungannya dan tak lupa memanjatkan doa setiap hari untuk keselamatan diriku. Semua itu juga dilengkapi oleh dukungan ayah dan seluruh keluargaku. Hingga akhirnya aku lahir dengan selamat.



Masa Kecil


Walaupun aku lahir dengan selamat dan sehat, ternyata masa kecilku sangat dipenuhi dengan keluar-masuknya rumah sakit. Memang, tidak sampai dirawat di rumah sakit. Namun, intensitasku pergi kerumah sakit sangatlah sering. Pasti dalam beberapa bulan sekali aku mengalami sakit. Rasanya kejadian tengah malam mengantarku ke UGD sudah bukan hal yang aneh. Satu waktu, aku mengalami tiga penyakit yang beruntut dalam satu waktu.  

Ya, waktu itu kira-kira aku masih duduk di Sekolah Dasar dan mengalami demam. Ibu dan ayahku yang biasa aku panggil mami dan papi membawaku ke dokter yang tak jauh dari rumahku. Entah mengapa, dokter tersebut memberikanku obat yang sepertinya terlalu keras. Akhirnya, ketika aku memakan obat itu perutku menjadi mules secara terus menerus, tetapi ketika aku ke toilet, kotoran yang aku keluarkan sedikit sekali. Dikarenakan rasa sakit pada perutku tak kunjung hilang juga, akhirnya kedua orangtuaku membawaku ke dokter itu lagi. Setelah diberikan obat, memang sakit perutnya sudah berhenti, begitu pula dengan demamnya yang sudah menurun. Namun… kakiku jadi terasa lemas! Aku bahkan harus berjalan menggunakan kedua lututku karena aku tidak mampu untuk berjalan.

Akhirnya, aku dibawa lagi ke dokter yang kali ini berbeda, yaitu dokter tulang di sebuah rumah sakit swasta. Aku tidak mengerti penyebabnya pada waktu itu, tapi yang jelas aku diberikan obat dan terus didoakan oleh kedua orangtuaku. Akhirnya barulah aku sembuh total.

Tentu saja, itu bukan terakhir kalinya aku mengalami sakit. Setelah itu masih banyak sakit-sakit yang aku alami. Namun, aku bersyukur dari semua penyakit yang aku alami, ternyata tidak ada penyakit yang terlalu berbahaya hingga mematikanku.


Aku
Satu kata untukku biasa-biasa saja. Aku bukan seseorang yang terlalu pintar, tapi juga tidak terlalu bodoh. Dari segi wajah, aku juga tidak terlalu dianggap cantik oleh banyak orang tapi juga tidak terlalu dianggap buruk. Dalam pergaulan pun aku juga tidak popular dan tidak terlalu tertutup. Pokoknya, semua tentang aku tampak membosankan sebelum aku benar-benar merasa bersyukur di dalam ‘kebiasa-biasaanku’

Dulu aku seringkali merasa bosan dan ingin tampak ‘berbeda’ dari yang lain. Bahkan, rasa tanpa syukur terkadang menghinggapi diriku. Namun, semakin bertambah umur, aku semakin banyak bertemu dengan orang-orang disekitarku yang memiliki banyak kelemahan dalam hidupnya. Disitulah akhirnya aku menyadari betapa menyenangkannya hidupku. Memang, hidupku tidak sempurna, tidak semua keberuntungan selalu menghampiriku. Namun, aku merasa hal yang terjadi dalam kehidupanku sesuai dengan kemampuanku.

Buat kamu yang membaca blogku, aku berharap kamu juga dapat merasakan hal yang serupa. Jangan pernah berpikir hidupmu paling susah, paling menyedihkan, paling buruk. Kenyataannya, setiap orang di dunia memiliki bebannya masing-masing. Beban yang ditaruh di dalam hidup aku dan kamu semuanya memiliki tujuan masing-masing, yaitu untuk mendewasakan dan menempa hidup kita. Walaupun seperti itu, percayalah kamu tidak sendiri karena Tuhan selalu menyertaimu.

Daripada terus menerus berlarut dalam kesedihan dan kesulitan, bagaimana kalau fokus untuk memperbaiki diri?
November 22, 2017 No comments
“Apakah aku cantik?”

Pertanyaan ini seringkali muncul di benak perempuan secara sadar atau tidak sadar. Apalagi, ketika perempuan itu melihat perempuan-perempuan lain yang mendapat ‘label cantik’ dari kebanyakan orang dan kemudian membandingkan dengan dirinya sendiri. Pada akhirnya, hal tersebut menimbulkan sikap rendah diri pada perempuan yang merasa dirinya tidak termasuk dalam golongan ‘label cantik’ tersebut. Bahayanya, sikap rendah diri ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan diri untuk terus berkarya.

Tentunya pernyataan diatas tidak semata-mata dikeluarkan begitu saja. Berdasarkan observasi dari orang sekitar, memang betul seseorang yang merasa diri jelek akan lebih enggan untuk mengasah dirinya. Sebaliknya, seseorang yang merasa dirinya cantik biasanya lebih percaya diri dalam mengasah bakatnya.


Ucapan

Diibaratkan seperti api kecil yang lama kelamaan bisa membakar seluruh hutan yang besar, lidah yang kecil juga dapat mengakibatkan perkara-perkara yang besar (Yakobus 3 : 5). Hanya dengan perkataan negatif yang diucapkan lidah, kepercayaan diri seseorang dapat rontok begitu saja. Hanya dengan mengatakan “jelek” kepada orang lain, merasa jelek selama-lamanya timbul tanpa kendali.

Ucapan negatif adalah faktor kedua seorang perempuan merasa dirinya jelek. Padahal, belum tentu orang yang mengatakan dirinya jelek adalah orang penting yang berpengaruh dalam kehidupannya. Padahal, bisa saja ucapan ‘jelek’ hanya ungkapan candaan yang tak terpikirkan dua kali oleh si pengucap. Namun, akibat dari pernyataan tersebut sangat hebat hingga meruntuhkan kepercayaan diri.


Padahal

Hanya karena wajah yang tidak menonjolkan dagu, mata yang sipit tanpa lipatan, hidung tanpa batang yang jelas, dan rambut yang tidak panjang-lurus, perempuan - perempuan tersebut memejamkan kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Kenyataan bahwa SETIAP PEREMPUAN CANTIK.

Terdengar klasik memang, tapi itulah kenyataan sesungguhnya. Setiap perempuan cantik dengan keadaan yang mereka miliki. Perempuan hanya tidak mengetahui cara menampilkan kecantikan dirinya.

Para perempuan hanya terpaku dengan apa yang dilihat mata, bukan dirasakan hati. Padahal, kecantikan yang terasa jauh lebih penting daripada kecantikan yang terlihat karena kecantikan yang terasa sifatnya lebih abadi ketimbang kecantikan yang terlihat. Bahkan, ketika seseorang yang memancarkan kecantikan hatinya, tanpa sadar kecantikan wajahnya akan terpancar juga. Sebaliknya, seseorang yang hatinya buruk, wajahnya tidak akan tampak cantik.
Selain hati, cantik juga terpancar dari kelebihan yang dimiliki perempuan. Tidak semata-mata dalam bidang edukasi seperti pelajaran-pelajaran di bangku sekolah dulu. Namun, kelebihan yang dikategorikan ketrampilan seperti seni. Oleh karena itu, penting seseorang perempuan mengetahui apa kelebihan mereka sehingga dapat diasah terus menerus sehingga bermanfaat dan memancarkan kecantikannya.


Langkah Menjadi cantik seutuhnya

1.     Lupakan definisi cantik kebanyakan orang.
Orang lain beranggapan cantik harus selalu tinggi, langsing, putih, dan rambut panjang. Lupakanlah definisi itu! Semua perempuan cantik bagaimanapun kondisi fisiknya.
2.     Perkatakan kata-kata positif setiap hari.
Tidak ada salahnya mengatakan pada diri sendiri bahwa diri kamu cantik. Justru perkataan adalah sebuah doa secara tidak langsung. Suatu hal positif yang dikatakan terus menerus dan dipercayai, lambat-laun akan menjadi sebuah kenyataan.
3.     Jangan dengarkan kata mereka
Tidak jelas apa alasannya, ada saja orang-orang yang suka berbicara yang menyakitkan hati kamu. Namun, tidak perlu diambil pusing. Tetap lebih percayakan diri kamu daripada kata-kata negatif orang tersebut.
4.     Menjadi tulus bukan bulus
Hati yang tulus memancarkan kecantikan utuh dari hati dan wajah. Seseorang yang memiliki niat bulus tentunya lambat laun akan ketahuan juga.
5.     Asah dirimu
Memancarkan kecantikan lewat kelebihan yang dimiliki sangat penting. Jika belum mengetahui kelebihanmu, teruslah mencari tahu. Jika sudah ketemu, tekuni terus sehingga dapat menjadi dampak untuk orang lain.



Hati yang tulus dan menjadi dampak bagi orang lain adalah perwujudan sesungguhnya dari definisi cantik. – Penina Yuliana Kirana.


November 22, 2017 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

Hai! Namaku Penina Yuliana Kirana. Biasanya temen-temen manggil aku Yuli. Blog ini bakal ngebahas seputar dunia makeup, dimulai dari review, tips, dan juga tutorial. Kalo punya pertanyaan, jangan ragu buat nanya di kolom komentar ya :)

Follow Us

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2019 (10)
    • ▼  November (1)
      • Wajah Lebih Lembut dan Glowing dengan Watermelon G...
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2018 (4)
    • ►  August (1)
    • ►  February (3)
  • ►  2017 (7)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)

beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose